Outing Class dengan Potensi Lokal, Inovasi SMPN 2 Girimarto

- Penulis

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 05:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 2 Girimarto berinovasi dalam pembelajaran. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah outing class dengan potensi lokal. Inovasi ini dilaksanakan pada pembelajaran Prakarya dengan memberikan inspirasi nyata pengolahan, pengemasan, serta pemasaran tempe keripik berbahan dasar kacang kedelai.

Menurut penanggung jawab inovasi, Eko Purwanto, tidak jauh dari sekolah, yaitu di Desa Jendi, terdapat sentra pengolahan tempe keripik berbahan dasar kacang kedelai. “Siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung yang bermakna, maka siswa kami ajak langsung untuk berkunjung sekaligus mengamati proses pembuatan tempe keripik di daerah Jendi Girimarto,” kata Eko.

Eko menambahkan ada beberapa dusun di Jendi yang menjadi sentra pengolahan kedelai menjadi tempe keripik. Pengrajin tempe keripik ini terpusat di 3 dusun, yakni Jendi, Dologan, dan Gondangmanis.

Baca Juga :  Piala Bupati Wonogiri 2025 Resmi Bergulir di Jatiroto

Menurut Eko, mata pelajaran prakarya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berkarya peserta didik. Mata pelajaran ini berkaitan erat dengan pola mengasah kemampuan anak untuk menemukan kemampuan terbaiknya dalam berkarya.

“Pada mata pelajaran prakarya, teradapat Kompetensi Dasar mengenai pengolahan serealia, kacang-kacangan dan umbi umbian menjadi bahan pangan. Pengolahan ini diharapkan dapat menjadikan inspirasi bagi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya tentang pengolahan, pengemasan serta pemasaran terahadap tiga bahan pokok tersebut. Pada pelaksanaan pembelajaran yang sudah berlangsung sebelumnya, siswa mempraktikkan memasak tiga bahan tersebut, secara garis besar, yang mereka olah hanya itu – itu saja. Tidak menunjukan sisi jual dan kreasi yang bisa ditonjolkan,” pungkas Eko.

Ditemui di sela kesibukan, Kepala SMPN 2 Girimarto, Agus Dwianto, menyatakan bahwa pola kunjungan ke industri pengolahan yang dekat ternyata mampu merubah pola pikir peserta didik.

Baca Juga :  Keranda Jenazah dan Musik DJ Warnai Aksi Rebana SD Negeri 3 Mojopuro di MAPSI Wonogiri

“Sebelum melaksanakan kunjungan ini mereka tidak memiliki gambaran tentang bagaimana dan apa yang bisa diolah dari kacang kedelai. Setelah melakukan kunjungan dan juga mencoba beberapa proses pembuatan, siswa sudah bisa terbuka pemikirannya mengenai pengolahan bahan dasar kacang kedelai,” imbuh Agus.

Menurut Agus, inovasi pembelajaran ini sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan siswa. “Selain itu, inovasi ini menghasilkan kemitraan timbal balik antara sekolah dan pelaku industri. Sekolah mendapat ilmu pengolahan, kemudian pelaku industri bisa memasarkan produknya. Sistem ini bisa menjadi kerja sama sekolah dengan pihak luar,” pungkas Agus. (AD)

Berita Terkait

SDN 1 Jatipurno Sukses Gelar Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj 2026
Visitasi SMPN 2 Girimarto di SMPN 1 Ngadirojo Sukses Digelar
Penuh Antusias, Guru SMPN 1 Ngadirojo Berlatih Penggunaan IFP
Luar Biasa, Kepala Sekolah Ini Raih 2 Penghargaan WIA 2025
Sah, 2.210 PPPK Paruh Waktu Terima SK
Karya dari Pelosok Karangtengah pada Hari Guru Nasional 2025
Zelltech Satria Muda Juara, Rivan Nurmulki dan Kawan-Kawan Bawa Sekijang Arena Meledak di Malam Grand Final
Final Putri Dramatis, Wikandi Group Juara, BKS Guno Raih Juara 3 di Malam Spektakuler Sekijang Cup XI
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:25

SDN 1 Jatipurno Sukses Gelar Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:40

Visitasi SMPN 2 Girimarto di SMPN 1 Ngadirojo Sukses Digelar

Senin, 22 Desember 2025 - 10:24

Penuh Antusias, Guru SMPN 1 Ngadirojo Berlatih Penggunaan IFP

Minggu, 21 Desember 2025 - 05:20

Luar Biasa, Kepala Sekolah Ini Raih 2 Penghargaan WIA 2025

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:03

Sah, 2.210 PPPK Paruh Waktu Terima SK

Berita Terbaru

Daerah

Sah, 2.210 PPPK Paruh Waktu Terima SK

Kamis, 4 Des 2025 - 11:03