Suasana kawasan wisata Kahyangan Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, tampak semarak dan penuh warna pada Selasa (16/6/2026). Ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Grebeg Suro Kahyangan 2026, sebuah agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Di antara berbagai atraksi seni yang ditampilkan, Tari Rembulan Kahyangan yang dibawakan oleh siswa-siswi SD Negeri 1 Wiroko menjadi salah satu suguhan yang paling mencuri perhatian. Dengan kemampuan menari yang memukau serta penghayatan yang mendalam, para penari muda tersebut berhasil menghadirkan pertunjukan yang mempesona dan mendapat apresiasi tinggi dari para penonton.

Kegiatan Grebeg Suro Kahyangan tahun ini berlangsung meriah sejak pagi hari. Acara diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti masyarakat, tokoh daerah, dan tamu undangan. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi sepanjang rute yang telah disiapkan panitia. Setelah kegiatan jalan sehat selesai, para pengunjung disambut dengan penampilan Tari Gambyong yang menyuguhkan nuansa tradisional khas Jawa. Tarian pembuka tersebut menjadi pengantar yang indah sebelum memasuki rangkaian acara resmi yang telah dipersiapkan oleh panitia penyelenggara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi serta penyampaian laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Badarudin. Dalam laporannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan budaya yang terus mendapat dukungan luas dari masyarakat dan berbagai pihak. Selanjutnya, Kepala Desa Dlepih, Sutarmo, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki daerah. Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Sementara itu, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Dlepih dalam menjaga tradisi budaya. Ia menilai Grebeg Suro Kahyangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Puncak perhatian pengunjung terjadi ketika siswa-siswi SD Negeri 1 Wiroko tampil membawakan Tari Rembulan Kahyangan. Sejak para penari memasuki arena pertunjukan, sorak kagum dan perhatian penonton langsung tertuju kepada mereka. Dengan balutan kostum yang menawan dan perpaduan tata gerak yang lembut namun penuh makna, para penari muda tersebut mampu menampilkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan budaya. Setiap gerakan menggambarkan keagungan, keindahan, serta nilai historis yang melekat pada kawasan Kahyangan Dlepih. Kepercayaan diri para siswa saat tampil di hadapan ratusan bahkan ribuan penonton menjadi nilai lebih yang membuat penampilan mereka semakin berkesan. Tepuk tangan meriah berkali-kali terdengar dari berbagai sudut arena sebagai bentuk apresiasi atas penampilan yang ditunjukkan. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka. Banyak di antara mereka mengaku terkesan melihat kemampuan siswa sekolah dasar yang mampu menyajikan pertunjukan seni tradisional dengan kualitas yang sangat baik.
Selain Tari Rembulan Kahyangan, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan hadirnya beragam pertunjukan budaya lainnya. Sejumlah tarian daerah seperti Tari Jaranan, Tari Semar Bangun Kahyangan, Tari Ketek Ogleng, Tari Yapong, hingga Tari Batik Tirtomoyo turut menghibur para pengunjung yang hadir. Berbagai kelompok seni dari Kecamatan Tirtomoyo yang tergabung dalam SEKTI (Seniman Seniwati Kecamatan Tirtomoyo) juga menampilkan karya-karya terbaik mereka. Tidak ketinggalan, pertunjukan Reog Ponorogo yang atraktif sukses menambah semarak suasana dan menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung. Menjelang berakhirnya kegiatan, panitia mengadakan pembagian doorprize yang disambut dengan antusias oleh masyarakat. Suasana penuh kegembiraan tampak mewarnai penutupan acara, menandai suksesnya penyelenggaraan Grebeg Suro Kahyangan tahun ini.
Kepala SD Negeri 1 Wiroko, Sumiyati, mengungkapkan rasa bangga atas penampilan para siswanya. Menurutnya, kesempatan tampil dalam ajang budaya berskala besar seperti Grebeg Suro Kahyangan merupakan pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter peserta didik. Ia berharap keterlibatan siswa dalam kegiatan seni budaya mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sekaligus mengembangkan keberanian, kedisiplinan, kreativitas, serta rasa tanggung jawab sejak usia dini. Keikutsertaan SD Negeri 1 Wiroko dalam Grebeg Suro Kahyangan 2026 kembali membuktikan komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian budaya daerah. RSy









