SD Negeri 1 Ngancar terus berinovasi. Kali ini, efisiensi administrasi guru dan penguatan media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal menjadi bidang garap inovasi sekolah ini. Guna menyatukan ekosistem digital terpadu, SD Negeri 1 Ngancar meluncurkan inovasi SEMAR MESEM (Sistem Edukasi dan Manajemen Administrasi Ramah – Media Edukasi Sekolah Efektif dan Menyenangkan).
Kepala SD Negeri 1 Ngancar, Endang, menyatakan inovasi ini diluncurkan untuk menjawab tantangan permasalahan mendasar di sekolahnya. Menurut Endang, Rapor Pendidikan SD Negeri 1 Ngancar menunjukkan indikator Kualitas Pembelajaran mengalami penurunan.
“Pengelolaan administrasi, perangkat ajar, materi, hingga instrumen asesmen guru sebelumnya masih tersebar di berbagai dokumen dan folder terpisah. Hal ini menyita waktu guru dan belum membentuk ekosistem belajar yang terpadu,” terang Endang.
Berdasarkan data tersebut, Endang menganggap masih diperlukan upaya konkret dari sekolah untuk membangkitkan kembali kualitas pembelajaran. Di sisi lain, perkembangan teknologi menuntut murid mendapatkan pembelajaran literasi dan numerasi yang interaktif tanpa kehilangan akar budaya lokal.
“Inovasi ini lahir melalui proses penjaringan ide yang bertahap. Berawal dari pengembangan Taman Dolanan Literasi dan Numerasi berbasis permainan tradisional seperti engklek, dakon, dan gatheng, serta program Lumbung Basa. Gagasan tersebut sempat didigitalisasi ke aplikasi Android sebelum akhirnya dikembangkan menjadi platform web terpadu melalui situs sites.google.com/view/semarrmesem,” imbuhnya.
Inovasi SEMAR MESEM dirancang dengan strategi mengintegrasikan seluruh kebutuhan sekolah ke dalam dua ruang utama, yakni Ruang Guru dan Ruang Murid.
“Di Ruang Guru, pendidik dapat mengunduh dan mengelola administrasi kelas, perangkat ajar, LKPD, materi, hingga asesmen secara praktis. Sementara di Ruang Murid, tersedia sarana belajar digital interaktif seperti Lumbung Basa, Bacaanku, Game Literasi, Dolanan Numerasi, Berhitungku, dan Game Numerasi,” jelas Endang.
Penerapan SEMAR MESEM dilaksanakan untuk memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah. Bagi guru, pengelolaan administrasi menjadi jauh lebih terstruktur sehingga fokus dapat tertuju penuh pada pendampingan murid. Bagi murid, ruang belajar digital menciptakan suasana kelas yang aktif, menyenangkan, dan melatih kemandirian.
Selain membentuk ekosistem dan budaya kerja digital yang adaptif di SD Negeri 1 Ngancar, Endang menilai inovasi ini juga sangat terbuka untuk direplikasi oleh sekolah-sekolah lain.
“Harapannya inovasi ini mampu membuktikan bahwa transformasi digital berbasis kearifan lokal dapat diwujudkan secara nyata—demi mencetak generasi Wonogiri yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Endang. RSy









